repost dari otak. jadi begini. hari itu aku ingat. kamis
2 hari sebelumnnya aku ingat dapat undangan untuk ke pulau sempu, sebenarnya aku juga ga tau gimana itu sempu -_- alhasil searching digoogle
dan hasilnya
2 hari sebelumnnya aku ingat dapat undangan untuk ke pulau sempu, sebenarnya aku juga ga tau gimana itu sempu -_- alhasil searching digoogle
dan hasilnya
fuuuuuu keren bener.
secara singkat aja, kami berangkat dari kota malang sekitar pukul 11 siang, itu juga udah termasuk ngaret ngaretnya, sampai di pantai sendang biru sekitar pukul 1 siang.
dalam perjalanan saya cukup menikmati alam
formasi perjalanan waktu itu seperti ini
soto bersama wildan dengan vespanya, gue ama nabil dengan motor aini, sementara arif sendirian dengan motor tecintanya dan fabrito dan dwiki. sementara aini ikut pepi dan ais dimobil.
diperjalanan kelihatan bener kalo wildan harus berjibaku melawan keterbatasan vespanya dimedan yang berliku dan menanjak... dengan penuh perjuangan akhirnya kami semua sampai di pantai sendang biru
setelah sampai di sendang biru ternyata kami dihadapkan dengan birokrasi ala sempu, kami harus meminta izin penyebrangan, lalu negosiasi dengan nelayan dan akhirnya berangkat
akhirnya kami berangkat ke pulau sempu sekitar pukul 2 siang .................
pepi dan ais tidak ikut menelusuri kedalam pulau, hanya mengantar.
sampai di sempu akhirnya kami menemukan rombongan lain yang ingin ke segara anakan juga. kami memutuskan ikut rombongan tsb karena kami tak tahu arah yang benar.
akhirnya kami ikut rombongan tsb.
usut punya usut ternyata rombongan tersebut dari jakarta, pas banget udah ama anak anak. diperjalanan ngomong dan banyak istirahat . alhasil kemaleman
baca di internet kalo perjalanan cuma perlu 2 jam dari telaga lele ke segara anakan
tai lah hahahahahhaha
2 jam kalo gue sendirian juga bisa, ini sama orang banyak ... jadi akhirnya kami lama di jalan...
dan kehujanan dan kemalamam didalam hutan. seenggaknya gue ga bingung harus ngapain lagi. sudah biasa tiap hari dulu waktu kecil dihutan bersama karib lama yang tak akan kutemui lagi
ditengah perjalanan kami terpisakan oleh gelapnya malam. soto, nabil, aini, wildan dan dwiki terlelap oleh gelapnya hutan belantara, sementara aku telah mengaktifkan night vision yang telah kupelajari selama bertahun tahun di kalimantan
akhirnya rombongan pertama (gue, arif, fabrito, wildan) akhirnya sampai disegara anakan dan ... kami lelah. cari2 guide buat kembali ke hutan nyariin para karib yang ilang
